Senandung Cinta Kami | Refleksi

Ilustrasi ‘Senandung Cinta Kami’ (Foto by sholawat.co)

untukmu Ya Rasulullah Muhammad SAW
Karya
Madhy Kheken
Duhai lelaki
Yang kesabaranmu memancarkan cahaya
dikala kedengkian, cacian, makian, hujatan
cemoohan, dikucilkan bahkan diusir
dan dilemparinya dirimu dengan kotoran mereka
tak mampu lagi kau redam
Justru sabarmu telah menjadi penenang hatimu
Duhai lelaki
Yang halus perasaanmu mengalirkan damai
dikala mereka kau saksikan berbondong bondong
datang memohonkan munajatmu, mengadukan setiap masalah
yng mereka hadapi, meminta nasehat, ataupun mencari jawab
Justru kehalusan rasamu telah menjadi oase bagi para musafir kebajikan itu.
Duhai lelaki
Yang maafmu kau bentangkan seluas langit dan bumi
dikala mereka mengusirmu dari tanah kelahiranmu
kedatanganmu telah engkau tunjukkan dengan sebisa mungkin
tanpa pertumpahan darah
Justru kalimat maafmu telah menjadi penenang bagi para penentangmu dahulu.
Duhai lelaki
Yang perhitunganmu tak pernah melesat
dikala kau baru pertama kali memperkenalkan ketuhananNya yang Esa
banyak orang membencimu tak terkecuali sepupumu sendiri,
menganiayamu, menghinakanmu, hendak membunuhmu
Justru perhitunganmu mampu meluluhkan hati mereka,
bahkan mampu mengalahkan keteduhan benteng Persia.
Duhai lelaki
Yang teduh dan menenangkan hati tutur katamu
dikala umat saling mencaci, membenci bahkan menghujat
Justru engkau hadir dengan kesopananmu, ketulusanmu, kebaikanmu
bahkan mereka menggelarimu Al-Amin.
Duhai lelaki
Yang kebaikanmu telah membawa aroma bunga keikhlasan
setiap zaman hingga kamipun ikut merasakannya.
Duhai lelaki
Yang ketenangan jiwamu telah meruntuhkan tonggak berhala
di tanah kelahiranmu bahkan sampai ke negeri kami kini
Hari ini,
kami semua mengenangmu, kami mengenang kelahiranmu
mengenang ketika langit bertasbih menjemput kehadiranmu
langit beku, awan berhenti berarak berkhidmat atas kedatanganmu
Duhai engkau Baginda
hari ini kami terpaku dalam lesu
hendak mengadu dalam keteduhanmu
hendak mengadu pada intelektualitasmu
hendak mengadu pada ketepatan analisismu
untuk mendapatkan keputusan darimu
Duhai lelaki
Yang kehadiranmu telah lama dinantikan oleh zaman
kami menyimpan rindu yang teramat sangat
melihat teduh wajahmu
mendengar deru suaramu
mengajar kami tentang kebaikan
menuntun kami di jalanNya
Duhai lelaki
Kekasih yang terkasih
Kami rindu padamu
14 Februari 2011
[]
Catatan :
Segaja aku tulis dalam rangka memperingati Hari Kelahiran Baginda Rasulullah Muhammad SAW yang sangat Kucintai.

Komentar anda

komentar

Powered by Facebook Comments

Baca juga:  Sajak Tulus | Madhy Kheken

Rochmady

Penikmat kopi tubruk | Pencinta sastra, puisi, dan sejarah | Direktur Executive Study Center of Coastal and Isle | Pendiri Mokesano Institut | Editor in-Chief AkuatikIsle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (EISSN: 2598-8298)