Metafora Yang Terserak | Madhy Kheken

Pesona Sunset di Pantai Pulau Lae-Lae, Makassar (Foto pribadi)

tepat di atas box televisi yang diserupakan meja, berjejer tumpukan buku, laptop tua dan asbak rokok. Memanjang ke arah samping asbak tergelatak begitu saja sekotak rokok yang masih tersisa beberapa batang tanpa pemantik.. hanya beberapa batang saja..
20 November 2010 jam 12:49

ketika aku mendapatimu. Duduk termangu menatap kosong rerumput halaman senja. Tepat di bale bambu halaman rumah, tempat kesukaanmu, sambil merangkul kedua kakimu tak ingin melepasnya.. seperti juga diriku kini..
18 November 2010 jam 22:26

engkau selalu membuatku kaku dan kelu..
18 November 2010 jam 0:00

senja sore.. di ruang tengah kamar persegi itu. Secangkir kopi hangat beralaskan serbet hijau tepat di depan televisi berjejer rapi, tanpa sebungkus rokok. Mencoba mengail-ngail kata..hanya kata..
17 November 2010 jam 18:36

engkau.. yang selalu membawaku dipersimpangan itu. Bersama tawa dan candamu. Di halte tempat engkau menunggu detik yang berlalu.. aku mentasbihkan namamu..
15 November 2010 jam 23:35

disitu aku menatapmu, Sore itu. Kau menutup badan dan wajahmu dengan kain berwarna putih. Di sudut tempat engkau selalu duduk melipat kaki di atas sajadahmu sambil membuka lembaran-lembaran kitab suci. Melantunkannya dengan suara yang menghentak jiwaku..
15 November 2010 jam 16:13

akan kulipat jalan panjang itu demi untuk memperpendek jarak antara dan bisa sedekat mungkin …
14 November 2010 jam 23:12

merangkum huruf dalam bait kata, membuatnya hidup.
Hidup dalam kata, kata yang senantiasa merona dalam rasa jiwa menghimpun raga.
Merangkum huruf, mengetahui memahami hingga tak bersisa..
14 November 2010 jam 8:52

Maafkan atas kelancanganku.. Memintamu untuk menjadi yang terbaik..
13 November 2010 jam 9:32

ku mengiringimu dengan Doa, tak henti-hentinya.. Bibirku merapalkan Asma untukmu menemani perjalananmu hingga engkau kembali nanti..
13 November 2010 jam 9:15

Kesempatan adalah keluasan;
karena membuka jalan-jalan baru di masa depan.
Kesempatan adalah peluang;
karena terdapat pilihan untuk mengambil dan mengabaikannya..
13 November 2010 jam 2:38

Rabb.. Pantaskanlah apa yang masih sangsi dengan memantaskannya.
Aku ikhlas atas itu semua..
12 November 2010 jam 0:27 ยท


apakah engkau masih peduli padaku
saat tak lagi melihatku..
03 November 2010 jam 16:19

Jangan sangsi dengan Cintaku
kan kutitip rindu pada wajah purnama
kan kubasuh lewat tarian hujan sore
lewat dendang irama mata semesta agar tahu
bahwa Aku mencintaimu..Lihat Selengkapnya
29 Oktober 2010 jam 2:16

Baca juga:  Sajak Cinta | Karya Madhy Kheken

jangan mengira aku tidak rindu padamu..
27 Oktober 2010 jam 22:14

titip rindu pada bibir malam..
titip rindu pada kelam malam..
titip rasa rindu pada selimut dingin malam.. aku rindu..
24 Oktober 2010 jam 4:41

usap lelah peluh dan gundah seharian ini dgn tetasan wudhumu..
23 Oktober 2010 jam 18:40

segera, setelah usai berlaku maka rebahkanlah pikiran dan hatimu.. dinginkan lewat tetesan air wudhu..
23 Oktober 2010 jam 1:37

ada yang bertanya,
seperti apakah berada dalam cinta?
aku jawab,
ketika kau berada dalam cinta,
engkau tak lagi mengenal cinta,
karena
di sana kita hanya mengenal kasih dan sayang
di sana ucapan yang terdengar hanya salam
di sana setiap laku berubah menjadi tarian
di sana air diubah menjadi anggur
di sana tak ada lagi kerinduan..Lihat Selengkapnya
18 Oktober 2010 jam 3:13

Duhai Zat yang membolak balik hati
Tetapkanlah hatiku dalam keteguhan di Jalan Mu
Wahai Kekasih Muhammad
Tambahkanlah rasa Kasih Mu padaku setiap waktu
Duhai Zat Maha Pemberi
Jadikan aku yang paling banyak mendapat Rahmat Mu
Setelah Engkau lenyapkan aku daripada unsur perjodohan alam
Duhai Zat Maha Pemurah
Tautkan aku dalam CintamuLihat Selengkapnya
15 Oktober 2010 jam 14:09

biarlah Engkau yang mengatur dan mengarahkan jalan hidupku, Dengan Siapa aku akan Engkau pertemukan esok dan bagaiman caranya aku akan Engkau pertemukan..
Terserah padamu
karena aku tak punya pengetahuan tentang bagaimana mengatur dan mengarahkannya.. RABB..
14 Oktober 2010 jam 0:52

rindu raga
rindu maya.
13 Oktober 2010 jam 16:13

Cinta seharusnya
Tidak membuat dua kekasih saling mengemis
Cinta seharusnya
Membuat dua kekasih saling mengerti Walau hanya dengan tatapanLihat Selengkapnya
12 Oktober 2010 jam 4:25

Andai dibolehkan oleh agama
Aku akan berwudhu dengan Air Matamu
Hanya sekedar tuk menunjukkan
Bahwa betapa besarnya Cintaku
Padamu..
12 Oktober 2010 jam 1:53

Rindu dalam batas waktu
Batas waktu yang tak usai
Rindu dalam gelimang Rasa
11 Oktober 2010 jam 17:17

aku hanyalah ladang
menumbuhkan apapun yang kau tanam
aku hanya langit malam
menyediakan kegelapan bagi purnama
aku hanyalah keadaan..
11 Oktober 2010 jam 1:58

tidurlah..
tidurlah wahai hamba hamba yang senantiasa rindu..
rindu memendam rasa..
23 September 2010 jam 3:07

Komentar anda

komentar

Powered by Facebook Comments

Rochmady

Penikmat kopi tubruk | Pencinta sastra, puisi, dan sejarah | Direktur Executive Study Center of Coastal and Isle | Pendiri Mokesano Institut | Editor in-Chief AkuatikIsle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (EISSN: 2598-8298)