Sajak Goresan Melati | Karya Madhy Kheken

Sajak Karya
Madhy Kheken

Goresan Melati

Ada raut gores yang tak terbaca
ada gurat jejak tak termakna
ada rona rekah tak terajut
lewat tatap lewat getar bibir

Ketika haru biru dalam irama waktu
darah berhenti berdesir
saat dekat dalam dekap
sedekat mentari menyinari bumi
sejauh mekar dari melati

Ketika bibir bergores nada
menyumbat kata
dalam kecup kening yang lalai
bak kecup titik titik embun
membelai warna pelangi

Baca juga:  Sajak Rindu dan Hujan | Madhy Kheken

Detik berhenti dalam jarak waktu yang raib
dalam ruang yang sesak

Jikapun salah semoga maaf
mengalirkannya dalam air penyesalan
jikapun keliru semoga waktu
membawanya pergi bersama benih bunga
jikapun khilaf semoga warna pelangi tetap indah

Seperti juga Cinta
tak berbalas tergores melati

Belantara, 9 Januari 2010

[]

Komentar anda

komentar

Powered by Facebook Comments

Rochmady

Penikmat kopi tubruk | Pencinta sastra, puisi, dan sejarah | Direktur Executive Study Center of Coastal and Isle | Pendiri Mokesano Institut | Editor in-Chief AkuatikIsle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (EISSN: 2598-8298)