Rindu Mendendam | Karya Madhy Kheken

Sajak Karya
Madhy Kheken
Rindu Mendendam
Parau di tengah surau
Tak siapa
Tak mengapa
Hanya aku yang diam
Tak bisu
Hanya gundah
Tak gelisah
Pun tak lara
Hanya sendiri dan sepi
Entah…
Pun tak kusadari
Hadirku
Pergiku
Hanya rindu serpihanku
Hanya rindu sebagianku.
Entah…
Berapa yang kuhitung
Berapa yang kulewati
Berapa yang kan kulalui
Entah…
Hanya suara parau dari nadir
Belantara Makassar, 15 Maret 2007

Komentar anda

komentar

Powered by Facebook Comments

Baca juga:  Sajak Sebuah Nama | Madhy Kheken

Rochmady

Penikmat kopi tubruk | Pencinta sastra, puisi, dan sejarah | Direktur Executive Study Center of Coastal and Isle | Pendiri Mokesano Institut | Editor in-Chief AkuatikIsle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (EISSN: 2598-8298)